Thursday, August 20, 2009

Inti Kesaksian Kita

Sebuah nas yang begitu terkenal dalam Perjanjian Baru, yang mencatat peristiwa terbesar dari perbuatan Allah sepanjang sejarah adalah Yohanes 3:16: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Berita tentang perbuatan Allah adalah inti dari kesaksian serta pemberitaan para nabi dan para penulis Alkitab:

  1. Puji-pujian kepada Allah dikumandangkan karena alasan perbuaatan-perbuatan-Nya yang besar, seperti yang dinyatakan oleh Musa: “Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri.” – Ulangan 10:21


  2. Allah menyatakan pertolongannya dengan perbuaatan-perbuatan-Nya yang besar, seperti yang diceritakan oleh Samuel: “Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Nya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat bagi mereka, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dan para allah mereka dari depan umat-Nya?” - 2 Sam. 7:23; lih. juga 1 Taw. 17:21; Ul. 11:7


  3. Perbuaatan-perbuatan Allah yang besar tidak terjangkau oleh pengetahuan manusia, seperti yang dibicarakan oleh Ayub dan sahabat-sahabatnya: “Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya.” – Ayub 5:9 (Perkataan Elifas orang Teman); “… yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya.” – Ayub 9:10 (Perkataan Ayub); Allah mengguntur dengan suara-Nya yang mengagumkan; Ia melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai oleh pengetahuan kita.” – Ayub 35:7 (Perkataan Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram)


  4. Perbuaatan-perbuatan Allah yang besar menjadi perhatian utama dan kegemaran bagi umat-Nya untuk diselidiki: “Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.” (Maz 111:2)


  5. Perbuaatan-perbuatan Allah yang besar dapat dialami, dan dirasakan secara pribadi serta menjadi sukacita besar bagi orang-orang pilihan-Nya, seperti yang dinikmati oleh Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.” – Lukas 1:46-49


  6. Inti berita kesaksian dari umat Tuhan kepada dunia adalah perbuatan-perbuatan Allah yang besar, seperti yang diperdengarkan oleh orang-orang percaya kepada setiap suku bangsa yang berkumpul pada hari Pentakosta: “… kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” - KPR 2:9-11


  7. Setiap orang Kristen dipanggil untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar, seperti yang ditegaskan oleh Petrus: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” – 1 Petrus 2:9

Alkitab ditulis bukan untuk mendaftarkan secara detail segala perbuatan-perbuatan Allah, mulai dari penciptaan langit dan bumi beserta isinya, sampai sekarang ini. Alkitab bukanlah museum catatan sejarah. Tetapi adalah catatan mengenai sejarah kasih Allah kepada umat-Nya, “Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel.” – Mazmur 103:7. Alkitab dicatat untuk tujuan yang jelas dan pasti, yaitu keselamatan kekal bagi setiap orang percaya dalam Kristus Yesus, seperti yang dikemukakan oleh Yohanes: “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” – Yohanes 20:31
Demikian juga blog ini tidak bermaksud untuk mengumpulkan daftar perbuatan-perbuatan Allah dalam Alkitab, melainkan mengarahkan diri pada penelitian dari tujuan perbuatan-perbuatan Allah yang besar kepada umat-Nya dan apa yang menjadi konsekwensi sebagai umpan balik dari mereka yang berpengalaman dengan kasih Allah.


In Christ,

Wednesday, August 19, 2009

PERCONTOHAN, HUBUNGAN, dan AJARAN

"Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, sesudah itu Ia menuang air ke dalam sebuah baskom, lalu mulai membasuh kaki pengikut-pengikut-Nya dan mengeringkannya dengan anduk yang terikat di pinggang-Nya." - Yohanes 13:4-5 (BIS)

Apakah Anda mengingat dengan baik firman yang dicatat dalam Filipi 2:8, yang mengatakan: "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib?" Ayat ini merupakan AJAKAN kerendahan yang paling mengensankan. Mengapa? Karena di dalamnya mengandung nilai KETAATAN SAMPAI DI GARIS FINISH. Tetapi bagaimana dengan Yohanes 13:5 di atas? Nah, nas ini mengandung tiga pokok yang tidak dapat dipisahkan: PERCONTOHAN, HUBUNGAN, dan AJARAN dalam kerendahan hati.

1. PERCONTOHAN (TELADAN)
Sebagai seorang gembala di gereja kecil, saya bisa meluangkan waktu bersama orang-orang yang saya gembalakan. Meskipun demikian, saya melihat bahwa ada sebagian di antara mereka yang suka bebas (tidak mau digembalakan) dengan dasar HUBUNGAN. Saya membuat pengamatan yang lebih dekat, dan ternyata orang-orang yang tidak mau digembalakan dengan dasar HUBUNGAN sedang tumbuh subur dalam KESOMBONGAN (sebab ia tidak merasa perlu persekutuan yang semacam itu). Tetapi meskipun demikian, saya melihat dalam diri saya, apakah saya telah menunjukkan bagaimana cara melakukan tentang pokok yang sedang saya ajarkan. Satu-satunya cara, adalah menunjukkan kepada mereka apa yang dimaksud dengan HUBUNGAN dengan cara memberi waktu bersama-sama dengan mereka selama waktu yang mereka inginkan. Demikian juga saya menunjukkan kepada mereka bagaimana cara kerendahan hati mulai dibangun. Saya menyuci lantai dan mengepelnya sebelum mereka masuk. Dan saya memuji Tuhan karena cara itu berhasil. Dulu yang mengepel lantai tempat ibadah adalah seorang koster. Tetapi sekarang, jemaat bergantian mengepel lantai sebelum mulai ibadah. Itu tidak mudah!

2. HUBUNGAN
Dalam penjelasan berikutnya, terjadi diskusi kecil ketika Yesus sedang membasuh kaki Petrus. Petrus menunjukkan sebuah reaksi spontan yang tidak memikirkan matang-matang maksud dari apa yang sedang Yesus lakukan bagi mereka. "Jangan, Tuhan," kata Petrus kepada Yesus, "Jangan sekali-kali Tuhan membasuh kaki saya!" Tetapi Yesus menjawab, "Kalau Aku tidak membasuhmu, engkau tidak ada hubungan dengan Aku." - Yohanes 13:8 (BIS). Saya tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan Petus setelah Yesus menjawabnya demikian. Mungkin bisa seperti orang yang kena strum. Sehingga dalam ayat 9: "Simon Petrus berkata, "Kalau begitu, Tuhan, jangan hanya kaki saya tetapi tangan dan kepala saya juga!" Peturs tidak memahami maksud Yesus. Yesus sangat mementingkan hubungan. Tidak penting seberapa sibuknya Anda melayani, atau seberapa berhasilnya Anda dalam usaha, atau seberapa kreatifnya Anda dalam melakukan berbagai kegiatan. Yesus sangat mementingkan hubungan. Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. - Yohanes 5:19 (TB). Di luar Yesus, sebenarnya keberhasilan Anda adalah kekeringan. Yesus menegaskan: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Yohanes 15:5 (TB)

3. AJARAN
"Sesudah Yesus membasuh kaki mereka, Ia memakai kembali jubah-Nya dan duduk lagi. Lalu Ia berkata kepada mereka, "Mengertikah kalian apa yang baru saja Kulakukan kepadamu?" - Yohanes 13:12 (BIS)
Penolakan Petrus terhadap tindakan Yesus ketika kakinya hendak dibasuh adalah masalah kekurangan pengertian. Kurangnya pengetahuan akan mengaburkan persepektif. Kaburnya perspektif akan melunturkan keyakinan. Lunturnya keyakinan akan mematahkan semangat bertindak. Semangat yang patah mematikan karakter. Oleh sebab itu, Yesus tahu bahwa murid-murid yang sedang digembalakan-Nya harus diajar dengan sistematis dan intensif, supaya karakter mereka akan menyerupai Dia kelak. Buktinya hanya dalam waktu kurang lebih tiga setengah tahun, murid-murid sudah dapat dilepas. Bagaimana dengan pengajaran di gereja Anda sekarang? Patut disayangkan, karena sekarang anggota-anggota jemaat banyak yang tidak mendapat apa-apa dalam gerejanya karena pengajaran yang tidak memadai. Ada banyak yang saya temui orang-orang Kristen yang suka pindah-pindah gereja untuk beribadah dan yang tidak mempunyai keanggotaan gereja sama sekali. Mereka pada umumnya berkilah demikian, "Ya, beginilah pak cara hidup. Saya akan pergi ke gereja di mana saya merasa bertumbuh. Bukankah tidak ada gereja yang sempurna?" Saya seringkali merasa iba dengan ungkapan saudara-saudara yang demikian, sebab mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam bahaya kematian. Mungkinkah suatu tanaman yang ditanam berpindah-pindah tempat dapat mengalami pertumbuhan yang baik, apa lagi akan menghasilkan buah yang banyak? Saya kira, sebelum dia bertumbuh, ia sudah layu dan mati.

Setelah bertahun-tahun melayani, saya menyadari kelemahan gereja-gereja masa kini, yakni tidak adanya kurikulum pengajaran yang memadai dalam sebuah gereja lokal, sehingga seringkali para pendeta (gembala) merasa frustasi karena tidak bisa melihat perubahan yang berarti bagi jemaat yang ia layani, karena hanya mengandalkan khotbah di mimbar saja. Oleh sebab itu, saya membentuk sebuah metode yang saya yakin akan sangat membantu para pendeta atau gembala, yang saya sebut dengan CLDC (Christian Life Development Center) atau Pusat Pengembangan Hidup Kristen. Jemaat memerlukan pengajaran yang teratur dan menyejukkan, berbobot dan menyenangkan. Saya sudah melayani hampir 10 tahun dalam program KELAS (Kasih Efektif Lengkapi Awam Sepenuhnya) dalam tingkat-tingkat komitmen 4000 - 3000 - 120 - 70- 12.

KESIMPULAN
Ada banyak penggembalaan yang dibangun di luar ketiga pokok di atas. Jika Anda berkata bahwa gereja saya dibangun di atas Kristus, maka itu artinya Anda harus melewati pintu PERCONTOHAN, HUBUNGAN, dan AJARAN. Yesus Kristus, adalah teladan penuh bagi setiap orang yang menerima tanggung jawab penggembalaan, entah itu penggembalaan dalam jumlah besar atau kecil. Yesus tidak hanya mengajar mereka kerendahan hati. Bahkan Yohanes menunjukkan pokok AJARAN pada bagian yang terakhir. Bukan karena ajaran kurang penting dibanding yang lainnya, melainkan karena serignkali orang merasa lebih mudah mengajar (baca: berbicara) dari pada berbuat (baca: mendengar baik-baik). Yesus mementingkan hubungan. Pepatah lama masih berlaku di sini: "Tak kenal, maka tak sayang." Hubungan yang baik dapat memperlancar banyak hal. Melalui blog inipun saya sedang belajar membangun hubungan dengan Anda juga. Saya harus terus belajar membangun hubungan. Lebih mudah berkhotbah di atas mimbar, tetapi apa gunanya jika para pendengar tidak tertarik sama sekali. Dan hubungan yang dinyatakan Yesus di sini adalah HUBUNGAN YANG PALING MENDASAR. Yesus sendiri menunjukkan cara bagimana melakukan maksud dari apa yang diajarkan-Nya. IA membasuh kaki murid-murid-Nya. Anda bisa saja berteriak di mimbar dan berkata: "Hendaklah kalian rendah hati sama seperti Yesus!" Tetapi orang-orang yang mendengar Anda tidak begitu mengerti, jika Anda sendiri tidak mampu menunjukkan caranya.

Nah, apa berkat saudara? Tolong bagikan.

In Christ,

Monday, August 17, 2009

My Facebook

Berbagi di Facebook

GETS YOUR VISA. IT'S FREE!



Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." - Yohanes 8:34-36


Visi: Menjadi orang yang merdeka

Strategi: Dimerdekakan oleh Anak Manusia (Yesus Kristus)

Aksi: Berhenti berbuat dosa!


Get Your VISA. It's free! … VISA KEMERDEKAAN

Berhenti berbuat dosa, terima pembebasan dari Yesus, maka Anda pasti menjadi orang yang benar-benar merdeka. Merdeka! Merdeka! Merdeka!

GETS YOUR VISA. IT'S FREE!


Visa adalah singkatan dari Visi, Strategi, Aksi. Secara sederhana: Visi menunjukkan tujuan ke masa depan; Strategi menunjukkan jalan cara yang ditempuh untuk mencapai Visi; Aksi adalah langkah awal dari mana Anda mulai perjalanan menuju tujuan masa depan Anda.


Kata-Nya (Yesus) kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." Lukas 9:23.


Visi: Menjadi pengikut Yesus

Strategi: Memikul salibnya setiap hari

Aksi: Menyangkal diri


Get Your VISA. It's free! … VISA MENJADI PENGIKUT YESUS

Sangkali dirimu, pikul salibmu setiap hari, maka Anda menjadi pengikut Yesus yang sejati